Sahabat penuh semangat !!

Sahabat penuh semangat !!
Korps Relawan SALMAN ITB

Motivasi dari Al-Qur'an

"Sesungguhnya dalam penciptan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Rabbana, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka""

Tampilkan postingan dengan label hati berbicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati berbicara. Tampilkan semua postingan

04 Maret 2008

Aku terjatuh (lagi)

Ini kesekian kalinya aku terjatuh. Sakit rasanya. Bukan tubuhku yang lecet atau luka, tapi batin ini yang merasakan sakit. Terkadang aku benci dengan diriku sendiri, mengapa aku sering sekali terjatuh.

Tak cukupkah aku jatuh satu kali lalu aku belajar untuk tidak jatuh? Tak cukupkah rasa sakit yang aku rasakan ketika aku jatuh pertama kali sehingga kini aku terpaksa merasakan sakit itu lagi?

Terkadang aku merasa bodoh, mengapa aku harus terjatuh lagi?

Padahal aku baru saja mulai bangkit setelah sebelumnya pernah terjatuh. Namun, tak lama kemudian aku terjatuh lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi.

Aku capek....

Bolehkah aku mengeluh?

Bolehkah aku mundur?

Terkadang aku ingin seperti burung, tak pernah merasakan jatuh karena kedua sayapnya dapat membawanya terbang tinggi...

..................

..................

..................

Astaghfirullah.... Ampuni hamba Ya RABB...

Tak seharusnya hamba berkata demikian. Aku bisa bangkit. Aku bisa bangun. Aku bisa berubah. Yang harus kupikirkan saat ini adalah bagaimana aku bangkit ketika aku terjatuh. Aku tak boleh pasrah dengan keterpurukan ini. Aku harus berubah menjadi lebih baik...!!!

Karena yang terpenting adalah bukan bagaimana kita siap untuk jatuh, tapi bagaimana kita siap untuk bangkit kembali setelah jatuh. Sehingga suatu saat nanti ketika aku jatuh (lagi) aku tahu bagaimana caranya untuk bangkit.

Cukup tangisan penyesalan itu.. Tak pantas air mata pengecut itu keluar dari kedua mataku. Mataku harus bersinar kembali. Mimpi-mimpi itu ada di depan mataku. Aku tinggal meraihnya dengan tangan ini.

Iya !! Aku pasti bisa. Aku pasti bisa. Aku pasti bisa. Meskipun luka jatuh itu masih berbekas di dalam jiwa ini, biarkan aku simpan sebagai pemicu agar aku bisa lebih baik lagi.

Aku tak boleh takut untuk melangkah lagi. Meskipun kelak aku ditakdirkan untuk terjatuh (lagi), ini akan membuat diriku semakin kuat, kuat, dan kuat.

Ya RABB, tolong hamba-Mu yang lemah ini....

Aku ingin bangkit (lagi)....

03 Februari 2008

Maafkan aku, sahabat....

Sungguh aku bersyukur ALLAH Mempertemukanku denganmu, sahabat...

Karena ALLAH banyak Memberiku pelajaran melalui sikapmu


Maafkan sahabatmu yang khilaf ini

Telah banyak perkataan dan sikapku yang mungkin telah membuatmu kecewa dan kesal terhadapku

Karena inilah sahabatmu

Hanya sesosok manusia lemah yang penuh khilaf


Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang sempurna

Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat tanpa salah

Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang selalu ada di sampingmu

Karena sekali lagi inilah sahabatmu

Yang penuh dengan kelalaian


Aku mohon kepadamu, ketika aku jatuh, jangan biarkan dirimu jatuh bersamaku

Aku ingin dirimu tetap berada di atas sana

Hingga suatu saat dirimu dapat mengangkatku dari atas


Sungguh tidak ada niat untuk membuatmu kecewa atas diriku

Aku hanya ingin mengatakan yang sejujurnya

Aku tak ingin dirimu tertipu

Aku tak ingin dirimu terlena

Aku tak bisa membiarkan dirimu berharap kepadaku

Aku tak bisa membiarkan dirimu bergantung kepadaku


Sahabat, inilah aku, seorang manusia yang jauh dari sempurna

Tolong, jangan berharap atau bahkan bergantung pada diriku

Aku tak bisa memberi apa yang kau inginkan

Aku tak bisa menjamin kebahagiaanmu

Aku tak bisa terus berada di sampingmu


Berharaplah pada RABB yang Maha Sempurna

Bergantunglah pada RABB yang Maha Agung

Kelak kau akan bertambah kuat

Karena kau telah berpegang teguh pada tali ALLAH yang tak akan pernah putus


ALLAH yang akan Menguatkanmu

ALLAH yang akan Menyokongmu

ALLAH yang akan Membantumu

ALLAH yang akan Berada di sampingmu

ALLAH yang akan Menjamin hidupmu


Bukan manusia seperti diriku...


Ya RABB, hamba memohon ampunan-Mu

Hamba telah banyak mendzolimi orang yang Engkau cintai

Hamba telah banyak mengecewakan orang yang Engkau muliakan


Sahabat...

Dengan segala kerendahan hati ini, aku memohon semoga engkau berkenan membukakan pintu maaf atas segala kekhilafanku

Aku tak tahu berapa tahun, berapa hari, atau bahkan berapa menit lagi ALLAH akan Mencabut nyawaku

Aku hanya ingin bertemu dengan ALLAH dengan tenang

Tolong maafkan segala kekhilafanku


Aku mohon....


Maafkan aku, sahabat....

20 Januari 2008

Ya RABB, lindungi adik-adikku...

di sebuah warung makan di daerah pasir kaliki sekitar jam 1/2 9 malam....

"bu, kasian bu...."
"pak, kasian pak...."

Kalimat-kalimat membuat ayu untuk menengok ke arah seorang anak yang sedang menghampiri orang-orang yang sedang menyantap nasi goreng di rumah makan itu....

Saat itu ayu duduk tak jauh dari warung makan itu...

Ketika ayu menoleh, ayu melihat sesosok yang sering ayu kenal, Geri!!
Ternyata Geri, salah satu anak Ciroyom, yang berada di warung makan itu !!

Baru 2 hari yang lalu Geri belajar perkalian. Sebenarnya Geri memiliki otak yang cukup pintar. Baru sehari ayu ajari perkalian, Geri langsung bisa menyelesaikan soal-soal sampai perkalian 5!

Tapi apa yang ayu lihat tadi, tiba-tiba membuat hati ini miris....

Rasanya tubuh ini lemas, tak tega melihat anak yang sering berinteraksi dengan ayu berada di jalanan sampai semalam ini, sambil menengadahkan tangan berharap ada dermawan yang mau mengeluarkan sedikit uang untuk Geri...

Ingin sekali memanggil Geri, tapi ketika ayu sedikit menoleh tiba-tiba sudah menghilang dari penglihatan ayu. sedangkan saat itu ayu sedang bersama keluarga, makan di warung makan yang tak jauh dari tempat Geri berada...

Saat itu juga tangan ayu lemas. Mie goreng yang ada di hadapan ayu rasanya sudah tak ingin lagi ayu habiskan. Yang ayu pikirkan hanya Geri. Apakah Geri sudah makan hari ini? Ingin rasanya berbagi makanan ini dengan Geri....

Sesaat ayu melamun....

Tiba-tiba lamunan itu pecah oleh suara mama yang mengingatkan ayu untuk menghabiskan mie goreng yang ada di depan ayu. Kunyahan demi kunyahan terasa sangat berat...

Selama perjalanan pulang ke rumah, ayu hanya bisa terdiam dan menangis...bahkan hingga ayu membuat tulisan ini...

Ya RABB, ampuni hamba-Mu yang lemah ini...
Tak seharusnya lambung ini hamba penuhi dengan makanan ketika adik-adik hamba masih banyak yang kelaparan....

Ya RABB, ampuni hamba-Mu yang dzalim ini...
Tak seharusnya hamba menikmati kehangatan selimut di saat adik-adik hamba tidur dalam kedinginan....

Ya RABB, ampuni hamba....
Apa yang bisa hamba lakukan... Hanya Engkau yang Maha Kuat....
Hanya Engkau yang menjadi sebaik-baik Pelindung dan Penolong bagi mereka...

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

13 Januari 2008

Terima Kasih ya ALLAH...

Terima kasih atas hidup yang luar biasa ini
Terima kasih atas detak jantung ini
Terima kasih atas mata yang dapat melihat
Terima kasih atas telinga yang dapat mendengar
Terima kasih atas hati yang dapat merasa
Terima kasih atas tangan yang dapat mengenggam
Terima kasih atas kaki yang dapat berjalan
Terima kasih atas mulut yang dapat berbicara

Terima kasih atas orang tua yang bijak
Terima kasih atas sahabat yang setia menemani
Terima kasih atas adik-adik yang penuh semangat
Terima kasih atas orang-orang yang mencintai
Terima kasih atas saudara seperjuangan yang tak pernah letih

Terima kasih atas makanan yang meredakan lapar
Terima kasih atas selimut yang menghangatkan
Terima kasih atas atap yang melindungi
Terima kasih atas pakaian yang menutupi
Terima kasih atas udara yang kuhirup
Terima kasih atas tanah yang kupijak
Terima kasih atas burung-burung yang berterbangan
Terima kasih atas bintang-bintang yang indah
Terima kasih atas matahari yang menyinari

Terima kasih atas rasa cinta
Terima kasih atas rasa sayang
Terima kasih atas rasa kasih
Terima kasih atas pengorbanan
Terima kasih atas perjuangan
Terima kasih atas air mata

Terima kasih atas kesempatan untuk mengenal-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk beribadah kepada-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk berharap kepada-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk bergantung kepada-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk beramal shaleh

Terima kasih atas segala yang tak pernah terucap
Karena tak sanggup mulut ini mengucapkan syukurku yang tak terhingga
Karena tak cukup pena ini menuliskan segala nikmat-Mu
Karena tak cukup dunia ini melukiskan segala milik-Mu

Karena Engkau begitu indah
karena Engkau begitu sempurna
Karena Engkau begitu mulia
Karena Engkau begitu luar biasa....

Ampuni hamba ya RABB...
Tak pantas hamba menghitung segala nikmat-Mu

Hamba hanya dapat meneteskan air mata...
Tertunduk tak berdaya di hadapan-Mu...

30 Desember 2007

Ayu, jangan menangis...

Sungguh, tak sanggup menahan air mata ini keluar dari ujung mataku.

Bolehkah aku mengeluh? Bolehkah aku menyesal? Bolehkah aku menangis?

Tolong izinkan aku menangis. Aku hanya ingin menangis. Biar resah ini hilang bersama tetesan air mata. Bila getir sirna dengan basahnya mata ini.

Mengapa Kau Ciptakan air mata, ya ALLAH?
Mengapa Kau Ciptakan rasa sedih, ya ALLAH?
Mengapa Kau Ciptakan tangisan, ya ALLAH?

Sungguh, aku tak malu dianggap lemah karena menangis
Sungguh, aku tak takut dianggap pengecut karena menangis
Sungguh, aku tak marah dianggap hamba tak berdaya

Aku memang lemah
Aku memang pengecut
Aku memang hamba tak berdaya

Hanya ALLAH yang akan membuatku kuat di saat yang lain menganggapku lemah
Hanya ALLAH yang akan membuatku berani di saat yang lain menganggapku pengecut
Hanya ALLAH yang akan membuatku berharap di saat yang lain menggapku hamba tak berdaya

Ayu, jangan menangis...
Selama ada ALLAH di sisimu, tak ada yang perlu kau tangisi
Selama ada ALLAH di sisimu, tak ada yang perlu kau khawatirkan
Selama ada ALLAH di sisimu, tak ada yang perlu kau takutkan

Ayu, jangan menangis...

Rindu ALLAH

Aku rindu ALLAH
Aku rindu menangis
Aku rindu bersujud
Aku rindu berdoa
Aku rindu berharap
Aku rindu bermuhasabah

Aku rindu saat-saat aku berkeluh kesah pada ALLAH
Aku rindu saat-saat aku bergantung pada ALLAH
Aku rindu saat-saat aku menyesali semua kekhilafanku
Aku rindu saat-saat aku merasa dekat sekali dengan ALLAH
Aku rindu saat-saat aku lemah dan berharap pada ALLAH
Aku rindu saat-saat aku merasakan kebesaran ALLAH

Aku rindu ALLAH
Aku rindu ALLAH
Aku rindu ALLAH