Sahabat penuh semangat !!

Sahabat penuh semangat !!
Korps Relawan SALMAN ITB

Motivasi dari Al-Qur'an

"Sesungguhnya dalam penciptan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Rabbana, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka""

03 Februari 2008

Maafkan aku, sahabat....

Sungguh aku bersyukur ALLAH Mempertemukanku denganmu, sahabat...

Karena ALLAH banyak Memberiku pelajaran melalui sikapmu


Maafkan sahabatmu yang khilaf ini

Telah banyak perkataan dan sikapku yang mungkin telah membuatmu kecewa dan kesal terhadapku

Karena inilah sahabatmu

Hanya sesosok manusia lemah yang penuh khilaf


Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang sempurna

Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat tanpa salah

Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang selalu ada di sampingmu

Karena sekali lagi inilah sahabatmu

Yang penuh dengan kelalaian


Aku mohon kepadamu, ketika aku jatuh, jangan biarkan dirimu jatuh bersamaku

Aku ingin dirimu tetap berada di atas sana

Hingga suatu saat dirimu dapat mengangkatku dari atas


Sungguh tidak ada niat untuk membuatmu kecewa atas diriku

Aku hanya ingin mengatakan yang sejujurnya

Aku tak ingin dirimu tertipu

Aku tak ingin dirimu terlena

Aku tak bisa membiarkan dirimu berharap kepadaku

Aku tak bisa membiarkan dirimu bergantung kepadaku


Sahabat, inilah aku, seorang manusia yang jauh dari sempurna

Tolong, jangan berharap atau bahkan bergantung pada diriku

Aku tak bisa memberi apa yang kau inginkan

Aku tak bisa menjamin kebahagiaanmu

Aku tak bisa terus berada di sampingmu


Berharaplah pada RABB yang Maha Sempurna

Bergantunglah pada RABB yang Maha Agung

Kelak kau akan bertambah kuat

Karena kau telah berpegang teguh pada tali ALLAH yang tak akan pernah putus


ALLAH yang akan Menguatkanmu

ALLAH yang akan Menyokongmu

ALLAH yang akan Membantumu

ALLAH yang akan Berada di sampingmu

ALLAH yang akan Menjamin hidupmu


Bukan manusia seperti diriku...


Ya RABB, hamba memohon ampunan-Mu

Hamba telah banyak mendzolimi orang yang Engkau cintai

Hamba telah banyak mengecewakan orang yang Engkau muliakan


Sahabat...

Dengan segala kerendahan hati ini, aku memohon semoga engkau berkenan membukakan pintu maaf atas segala kekhilafanku

Aku tak tahu berapa tahun, berapa hari, atau bahkan berapa menit lagi ALLAH akan Mencabut nyawaku

Aku hanya ingin bertemu dengan ALLAH dengan tenang

Tolong maafkan segala kekhilafanku


Aku mohon....


Maafkan aku, sahabat....

30 Januari 2008

Belajar dari kelima jari tangan

Pelajaran ini ALLAH Berikan melalui salah seorang ustadz dalam suatu daurah….


Coba lihat kedua tangan kita. Bersyukurlah ketika kita masih memilikinya. Coba lihat kelima jari di masing-masing tangan kita. Bersyukurlah ketika kita masih memilikinya.


Tahukah sahabat, ternyata kelima jari itu mengandung banyak hikmah yang bisa menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga.


Jempol atau ibu jari, mewakili POTENSI. Biasanya kita mengacungkan jempol sebagai tanda untuk menilai suatu kelebihan, kebaikan, kecakapan, atau hal lain yang dianggap pantas ‘diacungi jempol’. Ibu jari ini mengingatkan kita betapa pentingnya mengembangkan potensi di dalam diri kita. Teruslah memperbaiki dan mengembangkan diri sehingga kita memiliki potensi yang bermanfaat bagi umat dan pantas ‘diacungi jempol’.


Jari telunjuk, mewakili ARAH. Biasanya kita menggunakan telunjuk untuk menunjukkan suatu arah. Begitupun dalam hidup kita, telunjuk mengingatkan kita untuk selalu memiliki arah, visi, tujuan yang ingin kita capai. Tentukan tujuan hidup kita. Visualisasikan mimpi yang ingin kita gapai dengan jelas. Fokuslah pada arah atau tujuan hidup kita.


Jari tengah, mewakili KESEIMBANGAN. Jari tengah ini merupakan jari yang berada di tengah dan memiliki tugas untuk menyeimbangkan kedua jari yang berada di sebelah kanan dan kirinya. Jari tengah mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan dalam hidup. Keseimbangan antara jasad, akal, dan ruh. Keseimbangan antara makanan, minuman, dan udara. Keseimbangan antara tugas kita sebagai abid dan sebagai khalifah. Keseimbangan antara belajar dan beramal. Keseimbangan antara takut dan harap. Keseimbangan antara dunia dan akhirat.


Jari manis, mewakili RELASI. Entah darimana asalnya mengapa jari ini disebut jari manis. Mungkin karena jari ini menjadi salah satu bagian tubuh yang digunakan untuk memasangkan simbol sebuah relasi, seperti pernikahan. Jari manis mengingatkan kita untuk selalu menjaga silaturahim dengan orang-orang di sekitar kita. Perbanyaklah silaturahim, jagalah silaturahim, sambunglah kembali silaturahim.


Jari kelingking, mewakili KEHATI-HATIAN. Mungkin karena jari ini berukuran paling kecil di antara keempat jari lain, maka jari ini terkadang sering diabaikan. Padahal tidak ada hal sekecil apapun yang sia-sia. Jari kelingking mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati terhadap sesuatu yang kita anggap remeh. Bisa jadi hal yang kecil menjadi suatu masalah yang besar bila kita kurang hati-hati dalam bersikap. Bukankah taqwa itu seperti berjalan di atas jalan berduri. Berhati-hatilah dalam melangkah…


Subhanallah banyak sinergitas yang bisa kita dapat ketika kelima jari ini kita gabungkan. Coba gabungkan kelima jari kita. Kepalkan di udara lalu berteriaklah, SEMANGAT !!!


Ya RABB, sungguh Engkau tidak Menciptakan ini dengan sia-sia…

20 Januari 2008

Ya RABB, lindungi adik-adikku...

di sebuah warung makan di daerah pasir kaliki sekitar jam 1/2 9 malam....

"bu, kasian bu...."
"pak, kasian pak...."

Kalimat-kalimat membuat ayu untuk menengok ke arah seorang anak yang sedang menghampiri orang-orang yang sedang menyantap nasi goreng di rumah makan itu....

Saat itu ayu duduk tak jauh dari warung makan itu...

Ketika ayu menoleh, ayu melihat sesosok yang sering ayu kenal, Geri!!
Ternyata Geri, salah satu anak Ciroyom, yang berada di warung makan itu !!

Baru 2 hari yang lalu Geri belajar perkalian. Sebenarnya Geri memiliki otak yang cukup pintar. Baru sehari ayu ajari perkalian, Geri langsung bisa menyelesaikan soal-soal sampai perkalian 5!

Tapi apa yang ayu lihat tadi, tiba-tiba membuat hati ini miris....

Rasanya tubuh ini lemas, tak tega melihat anak yang sering berinteraksi dengan ayu berada di jalanan sampai semalam ini, sambil menengadahkan tangan berharap ada dermawan yang mau mengeluarkan sedikit uang untuk Geri...

Ingin sekali memanggil Geri, tapi ketika ayu sedikit menoleh tiba-tiba sudah menghilang dari penglihatan ayu. sedangkan saat itu ayu sedang bersama keluarga, makan di warung makan yang tak jauh dari tempat Geri berada...

Saat itu juga tangan ayu lemas. Mie goreng yang ada di hadapan ayu rasanya sudah tak ingin lagi ayu habiskan. Yang ayu pikirkan hanya Geri. Apakah Geri sudah makan hari ini? Ingin rasanya berbagi makanan ini dengan Geri....

Sesaat ayu melamun....

Tiba-tiba lamunan itu pecah oleh suara mama yang mengingatkan ayu untuk menghabiskan mie goreng yang ada di depan ayu. Kunyahan demi kunyahan terasa sangat berat...

Selama perjalanan pulang ke rumah, ayu hanya bisa terdiam dan menangis...bahkan hingga ayu membuat tulisan ini...

Ya RABB, ampuni hamba-Mu yang lemah ini...
Tak seharusnya lambung ini hamba penuhi dengan makanan ketika adik-adik hamba masih banyak yang kelaparan....

Ya RABB, ampuni hamba-Mu yang dzalim ini...
Tak seharusnya hamba menikmati kehangatan selimut di saat adik-adik hamba tidur dalam kedinginan....

Ya RABB, ampuni hamba....
Apa yang bisa hamba lakukan... Hanya Engkau yang Maha Kuat....
Hanya Engkau yang menjadi sebaik-baik Pelindung dan Penolong bagi mereka...

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....