Sahabat penuh semangat !!

Sahabat penuh semangat !!
Korps Relawan SALMAN ITB

Motivasi dari Al-Qur'an

"Sesungguhnya dalam penciptan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Rabbana, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka""

25 Juli 2009

Jangan menyerah

tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi

kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini tak ada artinya lagi

syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasa-Nya
bagi hamba-Nya yang sabar
dan tak kenal putus asa

JANGAN MENYERAH....

"jangan menyerah" by d'massive

bismillah

bismillah....

akan kumulai hari yang baru...

SEMANGAT !!!

13 Maret 2008

.......Kontemplasi ......

Bismillaah...

Kadang kita perlu meluangkan waktu sejenak untuk berkontemplasi...


Merenung beberapa saat untuk mengevaluasi apa yang telah kita kerjakan dan merencanakan hal-hal terbaik yang akan kita lakukan esok hari...

Oleh karena itu, blog ini akan dinon-aktifkan dulu, sampai saat yang tepat, yaitu setelah kualitas diri ini lebih baik...

Mohon maaf atas segala kekurangan...

04 Maret 2008

Aku terjatuh (lagi)

Ini kesekian kalinya aku terjatuh. Sakit rasanya. Bukan tubuhku yang lecet atau luka, tapi batin ini yang merasakan sakit. Terkadang aku benci dengan diriku sendiri, mengapa aku sering sekali terjatuh.

Tak cukupkah aku jatuh satu kali lalu aku belajar untuk tidak jatuh? Tak cukupkah rasa sakit yang aku rasakan ketika aku jatuh pertama kali sehingga kini aku terpaksa merasakan sakit itu lagi?

Terkadang aku merasa bodoh, mengapa aku harus terjatuh lagi?

Padahal aku baru saja mulai bangkit setelah sebelumnya pernah terjatuh. Namun, tak lama kemudian aku terjatuh lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi.

Aku capek....

Bolehkah aku mengeluh?

Bolehkah aku mundur?

Terkadang aku ingin seperti burung, tak pernah merasakan jatuh karena kedua sayapnya dapat membawanya terbang tinggi...

..................

..................

..................

Astaghfirullah.... Ampuni hamba Ya RABB...

Tak seharusnya hamba berkata demikian. Aku bisa bangkit. Aku bisa bangun. Aku bisa berubah. Yang harus kupikirkan saat ini adalah bagaimana aku bangkit ketika aku terjatuh. Aku tak boleh pasrah dengan keterpurukan ini. Aku harus berubah menjadi lebih baik...!!!

Karena yang terpenting adalah bukan bagaimana kita siap untuk jatuh, tapi bagaimana kita siap untuk bangkit kembali setelah jatuh. Sehingga suatu saat nanti ketika aku jatuh (lagi) aku tahu bagaimana caranya untuk bangkit.

Cukup tangisan penyesalan itu.. Tak pantas air mata pengecut itu keluar dari kedua mataku. Mataku harus bersinar kembali. Mimpi-mimpi itu ada di depan mataku. Aku tinggal meraihnya dengan tangan ini.

Iya !! Aku pasti bisa. Aku pasti bisa. Aku pasti bisa. Meskipun luka jatuh itu masih berbekas di dalam jiwa ini, biarkan aku simpan sebagai pemicu agar aku bisa lebih baik lagi.

Aku tak boleh takut untuk melangkah lagi. Meskipun kelak aku ditakdirkan untuk terjatuh (lagi), ini akan membuat diriku semakin kuat, kuat, dan kuat.

Ya RABB, tolong hamba-Mu yang lemah ini....

Aku ingin bangkit (lagi)....

01 Maret 2008

Hadiah Terindah untuk Mas Hanung

Ini tulisan dari mas Hanung Bramantyo tentang perjalanannya mengenal ALLAH melalui film "Ayat-ayat Cinta". Banyak cara ALLAH Membuat hamba-Nya mengenal Rabb yang telah Menciptakannya...Itulah hadiah terindah, hidayah....

Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama.
Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb ... dsb ... Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama.
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).
'Kenapa anda membuat film ini?' Tanyaku
'Sederhana.
Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.'
1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.
Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset.
Wallohu ... Aku melihat islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh ... Alloh ...
Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. 'Tallaqi' mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar ... Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu?
Darahku menggelora membuat mataku terbelalak.
Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo.
'Saya akan membuat film ini eksotis, pak' begitu kata saya ke producer.
Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya.
Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan.
Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : 'Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh'. ada juga yang bilang 'Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.'
Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan 'menjual'. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami.
Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri.
Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren . Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap 'Film' adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api.
Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal.
Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas 'Kesucian Fahri'. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai
Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu.
Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkawinan, tidak bisa dipungkiri 'kedewasaannya' tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja.
Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya ...
'Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen.
Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.'
Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria.
Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC
menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai ... Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini ...
Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai ...
Sabar ... Sabar ... Ikhlas ... ikhlas!!!
begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan ... cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam ...
La haula wa kuwwata illa billahi ...




03 Februari 2008

Maafkan aku, sahabat....

Sungguh aku bersyukur ALLAH Mempertemukanku denganmu, sahabat...

Karena ALLAH banyak Memberiku pelajaran melalui sikapmu


Maafkan sahabatmu yang khilaf ini

Telah banyak perkataan dan sikapku yang mungkin telah membuatmu kecewa dan kesal terhadapku

Karena inilah sahabatmu

Hanya sesosok manusia lemah yang penuh khilaf


Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang sempurna

Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat tanpa salah

Jangan pernah mengharapkanku sebagai seorang sahabat yang selalu ada di sampingmu

Karena sekali lagi inilah sahabatmu

Yang penuh dengan kelalaian


Aku mohon kepadamu, ketika aku jatuh, jangan biarkan dirimu jatuh bersamaku

Aku ingin dirimu tetap berada di atas sana

Hingga suatu saat dirimu dapat mengangkatku dari atas


Sungguh tidak ada niat untuk membuatmu kecewa atas diriku

Aku hanya ingin mengatakan yang sejujurnya

Aku tak ingin dirimu tertipu

Aku tak ingin dirimu terlena

Aku tak bisa membiarkan dirimu berharap kepadaku

Aku tak bisa membiarkan dirimu bergantung kepadaku


Sahabat, inilah aku, seorang manusia yang jauh dari sempurna

Tolong, jangan berharap atau bahkan bergantung pada diriku

Aku tak bisa memberi apa yang kau inginkan

Aku tak bisa menjamin kebahagiaanmu

Aku tak bisa terus berada di sampingmu


Berharaplah pada RABB yang Maha Sempurna

Bergantunglah pada RABB yang Maha Agung

Kelak kau akan bertambah kuat

Karena kau telah berpegang teguh pada tali ALLAH yang tak akan pernah putus


ALLAH yang akan Menguatkanmu

ALLAH yang akan Menyokongmu

ALLAH yang akan Membantumu

ALLAH yang akan Berada di sampingmu

ALLAH yang akan Menjamin hidupmu


Bukan manusia seperti diriku...


Ya RABB, hamba memohon ampunan-Mu

Hamba telah banyak mendzolimi orang yang Engkau cintai

Hamba telah banyak mengecewakan orang yang Engkau muliakan


Sahabat...

Dengan segala kerendahan hati ini, aku memohon semoga engkau berkenan membukakan pintu maaf atas segala kekhilafanku

Aku tak tahu berapa tahun, berapa hari, atau bahkan berapa menit lagi ALLAH akan Mencabut nyawaku

Aku hanya ingin bertemu dengan ALLAH dengan tenang

Tolong maafkan segala kekhilafanku


Aku mohon....


Maafkan aku, sahabat....

30 Januari 2008

Belajar dari kelima jari tangan

Pelajaran ini ALLAH Berikan melalui salah seorang ustadz dalam suatu daurah….


Coba lihat kedua tangan kita. Bersyukurlah ketika kita masih memilikinya. Coba lihat kelima jari di masing-masing tangan kita. Bersyukurlah ketika kita masih memilikinya.


Tahukah sahabat, ternyata kelima jari itu mengandung banyak hikmah yang bisa menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga.


Jempol atau ibu jari, mewakili POTENSI. Biasanya kita mengacungkan jempol sebagai tanda untuk menilai suatu kelebihan, kebaikan, kecakapan, atau hal lain yang dianggap pantas ‘diacungi jempol’. Ibu jari ini mengingatkan kita betapa pentingnya mengembangkan potensi di dalam diri kita. Teruslah memperbaiki dan mengembangkan diri sehingga kita memiliki potensi yang bermanfaat bagi umat dan pantas ‘diacungi jempol’.


Jari telunjuk, mewakili ARAH. Biasanya kita menggunakan telunjuk untuk menunjukkan suatu arah. Begitupun dalam hidup kita, telunjuk mengingatkan kita untuk selalu memiliki arah, visi, tujuan yang ingin kita capai. Tentukan tujuan hidup kita. Visualisasikan mimpi yang ingin kita gapai dengan jelas. Fokuslah pada arah atau tujuan hidup kita.


Jari tengah, mewakili KESEIMBANGAN. Jari tengah ini merupakan jari yang berada di tengah dan memiliki tugas untuk menyeimbangkan kedua jari yang berada di sebelah kanan dan kirinya. Jari tengah mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan dalam hidup. Keseimbangan antara jasad, akal, dan ruh. Keseimbangan antara makanan, minuman, dan udara. Keseimbangan antara tugas kita sebagai abid dan sebagai khalifah. Keseimbangan antara belajar dan beramal. Keseimbangan antara takut dan harap. Keseimbangan antara dunia dan akhirat.


Jari manis, mewakili RELASI. Entah darimana asalnya mengapa jari ini disebut jari manis. Mungkin karena jari ini menjadi salah satu bagian tubuh yang digunakan untuk memasangkan simbol sebuah relasi, seperti pernikahan. Jari manis mengingatkan kita untuk selalu menjaga silaturahim dengan orang-orang di sekitar kita. Perbanyaklah silaturahim, jagalah silaturahim, sambunglah kembali silaturahim.


Jari kelingking, mewakili KEHATI-HATIAN. Mungkin karena jari ini berukuran paling kecil di antara keempat jari lain, maka jari ini terkadang sering diabaikan. Padahal tidak ada hal sekecil apapun yang sia-sia. Jari kelingking mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati terhadap sesuatu yang kita anggap remeh. Bisa jadi hal yang kecil menjadi suatu masalah yang besar bila kita kurang hati-hati dalam bersikap. Bukankah taqwa itu seperti berjalan di atas jalan berduri. Berhati-hatilah dalam melangkah…


Subhanallah banyak sinergitas yang bisa kita dapat ketika kelima jari ini kita gabungkan. Coba gabungkan kelima jari kita. Kepalkan di udara lalu berteriaklah, SEMANGAT !!!


Ya RABB, sungguh Engkau tidak Menciptakan ini dengan sia-sia…

20 Januari 2008

Ya RABB, lindungi adik-adikku...

di sebuah warung makan di daerah pasir kaliki sekitar jam 1/2 9 malam....

"bu, kasian bu...."
"pak, kasian pak...."

Kalimat-kalimat membuat ayu untuk menengok ke arah seorang anak yang sedang menghampiri orang-orang yang sedang menyantap nasi goreng di rumah makan itu....

Saat itu ayu duduk tak jauh dari warung makan itu...

Ketika ayu menoleh, ayu melihat sesosok yang sering ayu kenal, Geri!!
Ternyata Geri, salah satu anak Ciroyom, yang berada di warung makan itu !!

Baru 2 hari yang lalu Geri belajar perkalian. Sebenarnya Geri memiliki otak yang cukup pintar. Baru sehari ayu ajari perkalian, Geri langsung bisa menyelesaikan soal-soal sampai perkalian 5!

Tapi apa yang ayu lihat tadi, tiba-tiba membuat hati ini miris....

Rasanya tubuh ini lemas, tak tega melihat anak yang sering berinteraksi dengan ayu berada di jalanan sampai semalam ini, sambil menengadahkan tangan berharap ada dermawan yang mau mengeluarkan sedikit uang untuk Geri...

Ingin sekali memanggil Geri, tapi ketika ayu sedikit menoleh tiba-tiba sudah menghilang dari penglihatan ayu. sedangkan saat itu ayu sedang bersama keluarga, makan di warung makan yang tak jauh dari tempat Geri berada...

Saat itu juga tangan ayu lemas. Mie goreng yang ada di hadapan ayu rasanya sudah tak ingin lagi ayu habiskan. Yang ayu pikirkan hanya Geri. Apakah Geri sudah makan hari ini? Ingin rasanya berbagi makanan ini dengan Geri....

Sesaat ayu melamun....

Tiba-tiba lamunan itu pecah oleh suara mama yang mengingatkan ayu untuk menghabiskan mie goreng yang ada di depan ayu. Kunyahan demi kunyahan terasa sangat berat...

Selama perjalanan pulang ke rumah, ayu hanya bisa terdiam dan menangis...bahkan hingga ayu membuat tulisan ini...

Ya RABB, ampuni hamba-Mu yang lemah ini...
Tak seharusnya lambung ini hamba penuhi dengan makanan ketika adik-adik hamba masih banyak yang kelaparan....

Ya RABB, ampuni hamba-Mu yang dzalim ini...
Tak seharusnya hamba menikmati kehangatan selimut di saat adik-adik hamba tidur dalam kedinginan....

Ya RABB, ampuni hamba....
Apa yang bisa hamba lakukan... Hanya Engkau yang Maha Kuat....
Hanya Engkau yang menjadi sebaik-baik Pelindung dan Penolong bagi mereka...

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

Ya RABB, lindungi adik-adikku....

13 Januari 2008

Terima Kasih ya ALLAH...

Terima kasih atas hidup yang luar biasa ini
Terima kasih atas detak jantung ini
Terima kasih atas mata yang dapat melihat
Terima kasih atas telinga yang dapat mendengar
Terima kasih atas hati yang dapat merasa
Terima kasih atas tangan yang dapat mengenggam
Terima kasih atas kaki yang dapat berjalan
Terima kasih atas mulut yang dapat berbicara

Terima kasih atas orang tua yang bijak
Terima kasih atas sahabat yang setia menemani
Terima kasih atas adik-adik yang penuh semangat
Terima kasih atas orang-orang yang mencintai
Terima kasih atas saudara seperjuangan yang tak pernah letih

Terima kasih atas makanan yang meredakan lapar
Terima kasih atas selimut yang menghangatkan
Terima kasih atas atap yang melindungi
Terima kasih atas pakaian yang menutupi
Terima kasih atas udara yang kuhirup
Terima kasih atas tanah yang kupijak
Terima kasih atas burung-burung yang berterbangan
Terima kasih atas bintang-bintang yang indah
Terima kasih atas matahari yang menyinari

Terima kasih atas rasa cinta
Terima kasih atas rasa sayang
Terima kasih atas rasa kasih
Terima kasih atas pengorbanan
Terima kasih atas perjuangan
Terima kasih atas air mata

Terima kasih atas kesempatan untuk mengenal-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk beribadah kepada-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk berharap kepada-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk bergantung kepada-Mu
Terima kasih atas kesempatan untuk beramal shaleh

Terima kasih atas segala yang tak pernah terucap
Karena tak sanggup mulut ini mengucapkan syukurku yang tak terhingga
Karena tak cukup pena ini menuliskan segala nikmat-Mu
Karena tak cukup dunia ini melukiskan segala milik-Mu

Karena Engkau begitu indah
karena Engkau begitu sempurna
Karena Engkau begitu mulia
Karena Engkau begitu luar biasa....

Ampuni hamba ya RABB...
Tak pantas hamba menghitung segala nikmat-Mu

Hamba hanya dapat meneteskan air mata...
Tertunduk tak berdaya di hadapan-Mu...

12 Januari 2008

Ambillah risiko itu !

”Agar ALLAH Memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya ALLAH Maha Cepat hisab-Nya.”

Q.S. Ibrahim [14]: 51

Apapun sikap dan keputusan yang kita tetapkan untuk diri kita, pastilah memiliki risiko. Tergambar di benak sebagian kita bahwa setiap risiko adalah sesuatu yang buruk. Padahal ia merupakan tantangan yang mendidik dan akan memberi banyak pelajaran, sehingga pikiran terlatih untuk kreatif mencari solusi.

Sayyidina ’Ali bin Abu Thalib pernah mengatakan bahwa dari seratus jenis risiko dan kesulitan yang timbul dalam pikiran sebelum melakukan suatu tindakan, yang merupakan risiko yang benar-benar akan terjadi tidak lebih dari sepersepuluhnya saja.

Kehidupan yang kita jalani adalah proses kita untuk memecahkan setiap masalah dan mengatasi setiap risiko yang akan muncul. Adanya masalah dan kesulitan merupakan bukti adanya kehidupan. Jika tidak ada masalah dan kesulitan maka tidak akan ada kehidupan yang sebenarnya.

Jika seorang ibu tidak berani mengambil risiko rasa sakit dan letih, maka tidak ada anak yang lahir di dunia ini. Jika seorang anak tidak berani mengambil risiko untuk jatuh, maka anak itu tidak akan bisa berjalan. Jika seorang pengusaha tidak berani mengambil risiko untuk memulai bisnis, maka tidak ada pengusaha sukses di dunia ini.

Semuanya berawal dari kemauan dan keberanian kita untuk siap mengambil risiko. Ingat! Mengambil risiko!! Bukan menerima risiko !!

Asyuraa : 10 Muharram

Abul-Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata: Rasulullah SAW. bersabda :

Barangsiapa yang berpuasa pada hari Assyuuraa' yakni 10 Muharram, maka ALLAH akan memberikan kepadanya pahala 10.000 malaikat. Barangsiapa yang puasa pada hari Assyuuraa', maka akan diberikan pahala 10.000 orang Haji dan Umrah, dan 10.000 orang mati syahid.Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Assyuuraa', maka ALLAH akan menaikkan dengan rambut satu derajat. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang mukmin yang berpuasa pada hari Assyuuraa', maka seolah-olah memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW. dan mengenyangkan perut mereka.

Sahabat bertanya; Ya, Rasulullah, ALLAH telah melebihkan hari Assyuuraa' dari hari-hari yang lain.
Jawab Rasulullah: Benar!.

~ ALLAH telah menjadikan langit dan bumi pada hari Assyuuraa';
~ dan menjadikan Adam juga Hawa pada hari Assyuuraa';
~ dan menjadikan Syurga serta memasukkan Adam di syurga pada hari Assyuuraa';
~ dan ALLAH menyelamatkan dari api neraka pada hari Assyuuraa';
~ dan menenggelamkan Fir'aun pada hari Assyuuraa';
~ dan menyembuhkan bala Nabi Ayyub pada hari Assyuuraa'
~ dan Allah memberi taubat kepada Adam pada hari Assyuuraa';
~ dan diampunkan dosa Nabi Daud pada hari Assyuuraa';
~ dan juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Assyuuraa';
~ dan akan terjadi Qiyamat pada hari Assyuuraa'

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah berkata;
Hari Assyuuraa' ialah hari diterimanya taubatnya Nabi Adam.

Dan ia pula hari turunnya Nabi Nuh dari perahunya. Maka ia berpuasa syukur;

Dan ia pula hari tenggelamnya Fir'aun dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa a.s. dan Bani Israil. Maka mereka berpuasa; karena itu berpuasalah engkau pada hari
Assyuuraa'.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata;

Bahwa siapa yang melapangkan pada keluarganya pada hari Assyuuraa', maka ALLAH akan meluaskan rezekiNya sepanjang tahun itu.

Satria ESQ di rumah

Alhamdulillah, di rumah kini bertambah seorang satria ESQ baru, yaitu papa. ALLAH Beri kesempatan mengenal ALLAH buat papa lewat kantornya. Alhamdulillah, gratisan!!!

Sebenernya papa udah lama pengen ikut ESQ, mungkin sejak adik ayu, adi, ikut ESQ 3 tahun yang lalu. Tapi, mungkin baru sekarang ALLAH izinkan beliau untuk itu pelatihan yang luar biasa itu.

Tidak hanya itu, ayu kaget banget pas papa pulang, langsung bawa bunga 1 bouquet. Katanya, beliau dapet hadiah dari games action. Mungkin yang udah jadi satria esq masih inget game ketika sang trainer mencabut bunga satu per satu dari tangkainya. Pertanyaannya adalah cukupkah kita berdiam diri dan merasa sedih ketika bunga itu dicabut atau kita mau BERGERAK untuk 'menyelamatkannya'...

Tinggal mama sama afi yang belum ikut... semoga ALLAH Beri kesempatan untuk mengenal ALLAH melalui ESQ kepada mereka...

Semoga ALLAH Merahmati keluarga kami... amiin...

SATRIA ESQ !! 165 !!

Perkenalkan keluargaku !!

Perkenalkan inilah keluargaku.

Papa, seseorang yang banyak menghabiskan hidupnya untuk berikhtiar di bidang pendidikan. Dosen maksudnya. Kadang juga ngisi training atau seminar ilmiah di beberapa tempat. Ayu banyak belajar dari beliau, terutama tentang public speaking, bikin power point yang menarik, kerja keras, nikmatnya bergadang, dll... Hadiah paling berharga buat ayu adalah sebuah laser pointer. Dulu sering ayu pake buat ngasih presentasi di kampus atau pelatihan2. Tapi sayang sekarang pointer itu harus sudah beristirahat di kotaknya... maksudnya, baterenya belum diganti lagi..

Mama, ga jauh beda sama papa. Dosen juga. Ga sekedar jadi dosen, beliau mencoba menghidupkan aktivitas2 keislaman di kampus. Mulai jadi pelopor kursus bahasa arab, sampai pelopor pengajian di kalangan dosen. Di kampus beliau dikenal sebagai dosen yang tegas tapi baik hati. Banyak mahasiswa yang memanggil beliau dengan sebutan BUNDA. Ayu juga banyak belajar dari beliau terutama tentang kedisiplinan. Ya.. benar disiplin! Itulah kata yang tepat untuk menggantikan istilah 'cerewet'. Hehe.. maaf ya ma..

Mas Arif, ga banyak yang tau tentang profil mas arif. Karena kini beliau pun sudah ada di alam yang lain... ayu juga ga banyak tau tentang mas arif. cuma cerita mama aja, mas arif itu meninggal karena sakit hepatitis....

Afi, adik ayu yang pertama. Orangnya unik. Suatu saat mama pernah mengirimkan salah satu buku catatan afi ke Prof. Nim, seorang psikolog yang dapat mengenal karakter orang dari bentuk tulisannya. Kata Prof. Nim, afi itu orangnya unik, ga bisa dipaksa buat belajar, ga bisa dipaksa buat kerja keras, orangnya santai, kurang motivasi, dll.. Tapi ternyata beliau bisa menepis prediksi psikolog itu, buktinya alhamdulillah dengan izin ALLAH sekarang beliau duduk di bangku kuliah Plano ITB.

Adi, adik ayu yang terakhir. Ayu merasa punya banyak kemiripan dengan adik laki-laki yang satu ini. Kita sama-sama suka ikut training, sama2 suka ngisi training, sama2 suka naik gunung, sama2 suka berorganisasi, sama2 suka kegiatan yang menantang...Haha... Dari kecil, beliau sering ditunjuk jadi Ketua Murid (KM). Sampai saat ini pun, status KM masih beliau sandang. Alhamdulillah, ALLAH Beri beliau kesempatan untuk menjadi seorang KM sehingga beliau bisa belajar tanggung jawab, disiplin, jujur, dll...Beliau juga salah satu satria ESQ seperti ayu... jadi kalau diskusi tentang ESQ bisa nyambung...

Ya RABB terima kasih, ayu banyak belajar dari orang2 terdekat yang Engkau izinkan hidup dalam satu atap bersamaku... semangat !!!!!

10 Januari 2008

Belajar dari monyet

Teknik berburu monyet dihutan-hutan Afrika, caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.

Kok, bisa?
Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana ! Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.

Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf.. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Teman, sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya betul-betul bersih...
Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?

06 Januari 2008

Apapun Kesulitannya, Hadapi dan Nikmati !

”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak duji lagi?

Q.S. Al-Ankabuut [29]: 2

Modal yang diperlukan untuk memulai suatu kemajuan adalah kemauan, keberanian dan pengetahuan. Sedangkan kekuatan untuk mempertahankannya adalah kejujuran, komitmen, inovasi, dan kesabaran.

Jangan pernah menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah. Nikmatilah permainannya. Jika tantangan yang Anda hadapi terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan tidak boleh membuat Anda lelah. Sebaliknya, atur kembali strategi Anda. Temukanlah lebih banyak lagi keteguhan, pengetahuan, dan bantuan.

Jika Anda telah mencapai tujuan Anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga Anda terpenuhi, berpindahlah kepada tujuan kelompok Anda, masyarakat, bahkan umat. Malaikat akan mencatat setiap kebaikan Anda yang membuat orang lain merasa bahagia dan tertolong. Sehingga kesuksesan Anda pun menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya meski Anda telah meninggal.

Jangan menciptakan kesuksesan kemudian Anda tidur nyenyak di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk menciptakan kemajuan. Ingatlah bahwa ALLAH menyembunyikan nikmat-Nya yang luar biasa di balik setiap kesulitan dan tantangan. Sementara syaithan mengalihkan perhatian Anda dari kenikmatan itu dengan menimbulkan rasa khawatir, was-was, takut gagal, minder, dan tergesa-gesa dalam diri Anda.

Jika ALLAH menginginkan seorang hamba menjadi orang yang kuat, Dia akan mengujinya dengan ujian dan tantangan kesulitan yang berat. Kemampuan mengatasi tantangan itulah yang akan menjadikannya kuat.

Bertawakallah !!

”Kepunyaan ALLAH-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.”

Q.S. Hud [11]: 123

”Bertawakallah kepada ALLAH yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya”

Q.S. Al-Furqaan [25] : 58

Tawakal adalah langkah terakhir dari serangkaian rentetan usaha yang dilakukan oleh seorang mukmin dalam bekerja untuk dunia ataupun akhiratnya. Ia merupakan kondisi hati yang mengharapkan hasil yang terbaik dari apa yang diusahakan, sekaligus kesiapannya untuk menerima yang terburuk sekali pun. Karena tawakal adalah langkah terakhir, maka ia harus didahului oleh adanya usaha.

Orang yang bertawakal kepada ALLAH, tidak akan pernah bersedih, juga tidak akan kecewa. ALLAH mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Maka, mustahil bagi ALLAH untuk mengecewakan hamba yang Dia cintai.

Berikut kisah sekelompok pemuda pengikut Nabi Musa a.s. dari bani Israel ketika mereka dikejar-kejar oleh tentara Fir’aun untuk dibunuh.

”Berkata Musa, ’Hai kaumku, jika kamu beriman kepada ALLAH, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri’. Lalu mereka berkata, ’Kepada ALLAH-lah kami bertawakal! Wahai Tuhan kami, janganlah Engaku jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang lalim, dan selamatklah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir.” (Yunus [10]: 84-86)

Inilah hasil dari bentuk tawakal mereka :

”Kami memungkinkan bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka), hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia, ’Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada ALLAH)’.” (Yunus [10]: 90)

Tawakal adalah hal terindah sebagai penutup segala kegiatan dan usaha untuk merealisasikan suatu gagasan. Segala sesuatu yang disertai dengan tawakal kepada ALLAH, akan selalu berakhir dengan indah, dan membawa kebahagiaan dan ketentraman.

Belajar dari air

Belajarlah dari air bagaimana ia menerima lemparan batu. Ketika batu itu menyentuh permukaannya, ia membentuk lubang kecil di permukaan air sesuai ukuran batunya. Akan tetapi, beberapa detik kemudian, permukaan air akan kembali datar seperti semula. Batu tidak meninggalkan bekas sedikit pun terhadap bentuk permukaan air. Justru masuknya batu ke dalam air akan menambah tinggi permukaannya.

Belajar dari layang-layang

Lihatlah layang-layang, jika dia tidak menantang angin, dia tidak akan bisa terbang melayang di udara. Dia akan tetap melayang di udara selama masih menantang angin. Jika angin yang menerpanya lebih keras dia bergerak menggoyang ke kanan atau ke kiri kemudia naik ke atas. Sesekali dia akan berputar ke bawah membentuk lingkaran kemudian kembali naik menanjak ke atas.

Belajar dari bintang

Tengok ke atas langit di malam hari. Temukan gugusan bintang indah yang bertabur menghiasi gelapnya malam. Indahnya bintang tak bisa kita temui di siang hari. Dia hanya akan bersinar bila malam datang. Semakin gelap malam menutupi siang, semakin indah sinar yang dipancarkan bintang itu.

Gelombang Keadilan

Kan melangkah kaki dengan pasti, menerobos segala onak duri
Generasi baru yang 'tlah dinanati, tak takut dicaci tak gentar mati

Bagai gelombang terus menerjang, tuk tumbangkan sgala kedzoliman
Dengan tulus ikhlas untuk keadilan, bina pertiwi gapai sejahtera

Tak kan surut walau selangkah, tak kan henti walau sejenak
Cita kami hidup mulia, atau syahid mendapat syurga